Jumat, 05 April 2013

Jaboticaba atau Gowok Manis







Orang kadang menyebutnya anggur batang, anggur brazil, ataupun gowok manis. Penampilan buahnya mirip dengan Kupa Landa (Syzygium polycephalum) di Jawa Barat, atau Gowok di Jawa Tengah. Tetapi keduanya merupakan spesies dari genus yang berbeda.

Citarasa buah anggota famili Myrtaceae itu berubah seiring pertambahan umur buah. Sembilan hari terakhir menjelang matang-buah matang dalam 20-30 hari pascamuncul bunga-perubahan itu terjadi. Hari pertama, rasanya seperti jambu biji; kedua, manggis; ketiga, leci; keempat, markisa; kelima, srikaya; keenam sampai delapan, anggur. Hari kesembilan saat buah matang sempurna, sensasi rasanya paling enak: manis dan aromanya harum,’ tutur Pan Liang Hwa pemilik kebun seluas 4,3 ha di Chou Zhou, Ping Tung, Taiwan.


Dari berbagai informasi, Jaboticaba jadi sebutan untuk beberapa spesies berbeda yang punya sifat mirip: berbunga majemuk dan muncul di batang, bukan ujung cabang-istilah cauliflori. Meski demikian menurut penamaan terbaru Kew Botanic Garden-salah satu kebun raya tertua di dunia-spesies Plinia cauliflora-lah yang disebut jaboticaba. Nama itu bersinonim dengan Myrciaria jaboticaba, Eugenia jaboticaba dan Plinia jaboticaba.

Jaboticaba dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun tinggi (ketinggian antara 0-1000 m di atas permukaan laut). Membutuhkan sinar matahari langsung atau bisa juga pada  daerah yang agak ternaungi. Tumbuhan ini dapat tumbuh dan bebuah dengan baik pada jenis tanah yang tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6,5. Tanaman ini toleran terhadap angin tapi tidak tehadap udara asin laut.

Jaboticaba biasanya diperbanyak dengan stek akar, karena akarnya dominan akar serabut. Biasanya akar baru keluar 5 bulan setelah stek. Apabila dicangkok lebih susah lagi, 8 bulan bahkan lebih, kadang malah tidak keluar akar.


Bibit jaboticaba yang berasal dari stek akar pohon yang sudah berbuah, akan mulai berbuah dalam waktu 3 tahun sedangkan dari biji baru bisa berbuah setelah 8-15 tahun. Akan tetapi jika sudah berbuah, bisa 3 kali dalam 1 tahun alias tidak mengenal musim. 

Mungkin perlu coba-coba berbagai cara untuk mempercepat jaboticaba ini masuk ke fase generatif . Misalnya : karena akarnya dominan serabut sehingga tidak menjalar terlalu jauh atau pun masuk sangat dalam  layaknya akar tunggang maka perlu disediakan nutrisi yang cukup dengan pemupukan yang intensif, menjaga media tanam agar tetap porous, dan penyiraman yang konstan. 

Ada juga beberapa orang yang menggosok kulit batang jaboticaba, mungkin maksudnya agar kulit batang mudah mengelupas seperti saat akan keluar bunga.
Rasanya jadi sebuah tantangan tersendiri untuk mempercepat umur berbuah jaboticaba..... let`s try with pleasure....